Kamis, 04 April 2013

TAHAP PENUTUPAN AKUNTANSI
JURNAL PENUTUP DAN JURNAL PEMBALIK
1.      Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat untuk mengenal akun-akun nominal (pendapatan & beban).
Tujuannya :
Memberi informasi mengenai keadaan riil / sesungguhnya keuangan suatu tempat usaha sehingga setelah disusun jurnal penutup, informasi akuntansi hanya memperlihatkan akun-akun riil / sesungguhnya saja. (harta, utang, & modal).
Akun-akun yang perlu jurnal penutup :
akun
jurnal penutup
1. pendapatan (k)
pendapatan
ikhtisar laba / rugi
2. beban (d)
ikhtisar laba / rugi
beban
3a. laba
ikhtisar laba / rugi
modal
3b. Rugi
modal
ikhtisar laba / rugi
4. prive
modal
prive
2.      Jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat pada awal periode berdasarkan jurnal penyesuaian periode sebelumnya.
*Tujuannya : untuk menghindari double pencatatan & agar pencatatan beban & pendapatan dilakukan secara sesuai dengan yang sebenarnya.
*beberapa hal yang perlu jurnal pembalik jika ada :
a)      Beban yang masih harus dibayar
b)      Pendapatan yang masih harus diterima
c)      Beban dibayar di muka (menggunakan pendekatan beban)
d)     Pendapatan diterima di muka (menggunakan pendekatan pendapatan)
Perinciannya :
kasus
jurnal penyesuaian
jurnal pembalik
beban yang masih harus dibayar
beban …
utang …
utang …
beban …
pendapatan yang masih harus diterima
piutang
pendapatan
pendapatan
piutang
beban dibayar di muka (p. beban)
… dibayar di muka
beban …
beban …
… dibayar di muka
pendapatan diterima di muka (p.pendapatan)
pendapatan …
pendapatan … dtrma dmuka
pendapatan … dtrma dmuka
pendapatan …
Posted by Unknown On 00.04 2 comments READ FULL POST

Rabu, 03 April 2013

Langkah-langkah Menyusun Laporan Keuangan

Langkah-langkah menyusun laporan keuangan biasanya adalah sebagai berikut :

Langkah-langkah Menyusun Laporan Keuangan
  1. Menyusun neraca saldo. Neraca saldo adalah suatu daftar rekening-rekening buku besar dengan saldo debet atau kredit. Neraca saldo ini disusun jika semua jurnal sudah dibukukan ke dalam masing-masing rekeningnya di buku besar. Karena neraca saldo ini disusun sebelum adanyan ayat jurnal penyesuaian maka sering juga disebut neraca saldo yang belum disesuaikan. Penyusunan neraca saldo dapat digunakan untuk mengecek keseimbanngan debet dan kredit dari seluruh rekening-rekening buku besar dan merupakan langkah pertama untuk membuat jurnal penyesuaian dan neraca lajur.
  2. Mengumpulkan data yang diperlukan untuk membuat jurnal penyesuaian. Karena beberapa transaksi yang terjadi yang dicatat pada tanggal terjadinya itu masih tidak sesuai dengan keadaan pada akhir periode, maka perlu dikumpulkan data tertentu yang nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk membuat jurnal penyesuaian.
  3. Menyusun neraca lajur (kertas kerja). Neraca lajur (kertas kerja) merupakan suatu cara untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan. Penyusunan neraca lajur dimulai dari neraca saldo dan disesuaikan dengan data yang diperoleh dari jurnal penyesuaian (langkah nomor 2). Saldo yang sudah disesuaikan akan nampak dalam kolom neraca saldo disesuaikan dan merupakan saldo-saldo yang akan dilaporkan dalam neraca dan laporan rugi laba.
  4. Menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan ini adalah neraca, laporan rugi laba dan laporan perubahan modal dan laporan-laporan lainnya. Laporan-laporan tersebut dapat disusun langsung dari neraca lajur, karena dalam neraca lajur sudah dipisahkan jumlah-jumlah yang akan dilaporkan dalam neraca atau laporan rugi laba. Kolom neraca dan rugi laba dalm neraca lajur (daftar kerja) diubah bentuknya sehingga dapat dihasilkan neraca dan laporan rugi laba yang mudah dibaca dan dianalisa.
  5. Menyesuaikan dan menutup rekening-rekening. Data yang diperoleh dalam langkah nomor 2 dipakai sebagai dasar untuk membuat jurnal penyesuaian yang perlu dan kemudian dibukukan ke rekening-rekening dalam buku besar. Sesudah rekening-rekening disesuaikan, berikutnya adalah membuat jurnal penutupan buku, yaitu jurnal untuk menutup semua rekening-rekening nominal ke rekening rugi laba dan memindahkan saldo rekening rugi laba ke rekening laba tidak dibagi. Jurnal penutupan buku ini kemudian dibukukan ke rekening-rekening yang bersangkutan.
  6. Menyusun neraca saldo setelah penutupan. Sesudah jurnal penyesuaian dan penutupan buku dibukukan ke masing-masing rekeningnya, untuk mengecek keseimbangan debet dan kredit rekening-rekening yang masih terbuka dibuat neraca saldo sesudah penutupan. Neraca saldo seperti ini hanya berisi rekening-rekening riel saja, sedang rekening nominal semuanya sudah ditutup.
  7. Menyesuaikan kembali rekening-rekening. Jurnal penyesuaian kembali dibuat pada hari pertama periode berikutnya dengan maksud untuk memudahkan pembuatan jurnal periode berikutnya. Yang dimaksud dengan jurnal penyesuaian kembali adalah jurnal untuk menghapus rekening-rekening antisipasi (accrued) dan transitoris (prepaid) yang timbul dari jurnal penyesuaian akhir periode dan mengembalikannya ke rekening nominal. Perlu diketahui, bahwa jurnal penyesuaian kembali ini hanya untuk memudahkan pembuatan jurnal periode berikutnya, sehingga jika tidak dibuat jurnal penyesuaian kembali, akan diperoleh hasil yang sama dengan jika dibuat jurnal penyesuaian kembali. Perbedaannya hanya pada jurnal yang berkaitan dengan rekening prepaid dan accrued.
Catatan : apabila dibuat jurnal penyesuaian kembali, tidak semua jurnal penyesuaian akan disesuaikan kembali, tetapi hanya beberapa saja
Posted by Unknown On 23.47 1 comment READ FULL POST

Senin, 01 April 2013

Jurnal Penyesuaian merupakan jurnal yang harus disusun karena terdapat kondisi keuangan yang perlu disesuaiakan. Kondisi keuangan yang perlu disesuaikan tersebut terkait dengan berkurangnya atau bertambahnya nilai suatu akun. Misalnya saja terdapat penyusutan nilai mesin atau gedung, ataupun adaya penambahan utang gaji dan sebagainya, untuk lebih jelas silahkan baca postingan sebelumnya tentang Hakikat jurnal penyesuaian. Dalam Postingan ini akan di jelaskan tentang: Tips menganalisis ayat jurnal penyesuaian dengan benar Agar lebih memahami teknik penyusunan jurnal penyesuaian maka dalam pembahasan ini akan dilakukan dengan menyediakan soal dan pembahasan penyusunan jurnal penyesuaian, Silahkan anda baca dan pahami dahulu soal (transaksi dan ayat jurnal penyesuaian dibawah ini) Transaksi yang terjadi: Tanggal 2 mei tahun 2012 : Saya mendirikan salon yang diberi nama "Salon efi" dengan menyetorkan uang sebesar Rp 7.500.000 Tanggal 3 Mei tahun 2012 : Dibayar sewa ruangan Rp 600.000 untuk satu tahun secara tunai Tanggal 4 Mei tahun 2012 : Dibayar tunai peralatan Rp 2.000.000 Tanggal 5 Mei tahun 2012 : Dibayar perlengkapan secara kredit Rp 500.000 Tanggal 6 Mei tahun 2012 : Dibayar Iklan Rp 250.000 secara tunai Tanggal 15 Mei tahun 2012 : a) Dibayar Gaji Karyawan untuk 15 hari (tanggal 1 mei sampai 15 mei) Rp 360.000, b) Diterima hasil jasa Rp 1.000.000 Tanggal 19 Mei Tahun 2012 : Dibayar beban Listrik dan telepon Rp 300.000 Tanggal 20 Mei tahun 2012 : Diterima pinjaman dari bank Rp 15.000.000 Tanggal 23 Mei tahun 2012 : a) Dibeli Peralatan RP 1.900.0000 secara tunai b) Dibayar hutang Rp 250.000 Tanggal 31 Mei tahun 2012 : a) Diterima hasil jasa Rp 2.250.000 b) Dibayar Gaji karyawan Rp 360.000 c) Saya Mengambil uang dari kas untuk kepentingan keluarga sebesar Rp 500.000 Ayat Jurnal Penyesuaian (AJP) per 31 Mei 2012: 1. Peralatan diperhitungkan dapat dipakai lima (5) tahun. 2. Perlengkapan yang belum dipakai sampai dengan tanggal 31 Mei 2012 senilai Rp 125.000 3. Utang Bank diatas dengan Bungan 12% pertahun, bunga dibayar setiap bulan pada tanggal 23. 4. Sewa Ruangan diatas dicatat sebagai Beban. Setelah anda membaca dan memahami transaksi yang terjadi selanjutnya akan dilakukan pembahasan tentang analisis AJP dan Penyusunan Jurnal Penyesuaian, Silahkan simak pembahasan berikut ini: Berdasarkan AJP yang telah anda baca di atas maka diketahui terdapat empat (4) Kondisi yang memerlukan penyesuaian yaitu Penyusutan Peraltan, adanya Beban Perlengkapan, Utang Bunga bank dan Beban sewa. Analisis Jurnal Penyesuaian Penyusutan peralatan Penyusutan peralatan harus dibuatkan jurnal penyesuaian karena peralatan yang telah terpakai selama waktu pemakaian dicatat sebagai beban. Telah diketahuai bahwa pada Tanggal 4 Mei Salon Efi membeli peralatan senilai Rp 2.000.000 dan pada tanggal 23 Mei senilai Rp 1.900.000 secara tunai Jadi jumlah total peralatan yang dimiliki Salon efi senilai Rp 3.900.000. Diketahui dari AJP bahwa peralatan tersebut dapat dipakai selama 5 tahun (Umur ekonomis 5 th), sedangkan peralatan tersebut baru dipakai selama 1 bulan (tanggal 4 sampai 31 mei 2012) jadi terdapat pengurangan atau penyusutan nilai peralatan dalam 1 bulan. penyusutan peralatan selama 1 bulan dapat dihitung sebagai berikut: (2000.000+1900.000)/ (5X12) = 65.000 Keterangan: 2000.000 : Nilai peralatan yang dibeli tanggal 4 mei 1900.000 : Nilai Peralatan yang dibeli tanggal 23 Mei 5 : 5 Tahun (Umur Ekonomis) 12 : Jumlah bulan dalam 1 tahun. Jadi Jurnal Penyesuaian yang disusun adalah: Beban Penyusutan Peralatan .............. Rp 65.000 Akumulasi Penyusutan Peralatan .............Rp 65.000 Analisis Jurnal Penyesuaian Perlengkapan Perlengkapan perlu dibuat jurnal penyesuaian karena perlengkapan yang telah terpakai dicatat sebagai beban bukan lagi Perlengkapan. Diketahuai bahwa pada tanggal 5 mei Salon efi membeli perlengkapan senilai Rp 500.000, Sedangkan sampai dengan 31 mei perlengkapan yang belum terpakai (tersisa) senilai Rp 125.000. Jadi perlengkapan yang telah terpakai tidak lagi dicatat sebagai perlengkapan tetapi dicatat sebagai beban perlengkapan, sehingga perlu dibuat penyesuaian. Perlengkapan yang terpakai dapat dihitung sebagai berikut: Perlengkapan terpakai = Total Perlengkapan - Perlengkapan yang tersisa = 500.000 - 125.000 = 375.000 Jadi Jurnal Penyesuaian yang dibuat adalah: Beban Perlengkapan ............... Rp 375.0000 Perlengkapan ......................Rp 375.000 Analisis Jurnal Penyesuaian Utang Bunga Bank Utang bunga perlu dibuat penyesuaian karena bunga bank tersebut telah menjadi beban Salon efi namun belum dicatat sehingga perlu dicatat. Diketahui bahwa pada tanggal 20 Mei Salon efi meminjam uang di bank sebesar Rp 15.000.000, dan diketahui dalam AJP bahwa dari pinjaman tersebut Salon efi dikenakan bunga sebesar 12% per tahun dan harus dibayar setiap tanggal 23 tiap bulan. Jadi dalam hal ini kita mencari nilai utang bunga yang telah menjadi beban bunga yang harus dicatat dalam jurnal penyesuaian. Perhitungan beban bunga dapat dihitung sebagai berikut: Pembayaran bunga setiap tanggal 23 mei sehingga yang menjadi beban bunga mulai tanggal 23 sampai 31 mei yaitu 8 hari. Perhitungan: Bunga 1 tahun ; 12% x 15.000.000 = Rp 1.800.000 Bunga 1 bulan ; 1.800.000 : 12 = Rp 150.000 Bunga 1 Hari ; 150.000 : 30 = Rp 5000 Jadi Bunga 8 hari ; 5000 x 8 = Rp 40.000 Dengan Demikian Jurnal Penyesuaian yang dibuat adalah: Beban Bunga Bank ........ RP 40.000 Utang Bunga Bank ......Rp 40.000 Analisis Jurnal Penyesuaian Beban Sewa dibayar di muka Diketahui bahwa pada tanggal 3 Mei dibayar sewa ruangan untuk satu tahun sebesar Rp 600.000, dan di AJP diketahui bahwa sewa ruangan tersebut dicatat sebagai beban. Berdasarkan kondisi tersebut maka pada ahir bulan mei perlu dibuat penyesuaian terhadap sewa ruangan sehingga laporan keuangan yang dibuat Salon efi menunjukan nilai beban sewa yang sebenarnya. Perhitungan: Sewa 1 tahun = Rp 600.000 Sewa 1 bulan ; Rp 600.000 : 12 = 50.000 Jadi beban sewa bulan mei adalah Rp 50.000, Sehingga dibuat jurnal penyesuaian sebagai berikut: Sewa dibayar dimuka ...............Rp 550.000 Beban sewa Ruangan..............Rp 550.000 Jika anda bertanya mengapa dalam jurnal penyesuaian nilai sewa dibayar dimuka dan beban sewa sebesar RP 550.000 Bukan Rp 50.000???? Maka jawabnya adalah: Karena pada saat transaksi pembayaran sewa ruangan pada tanggal 3 mei sebesar 600.000 dijurnal umum dicatat sebagai beban, untuk jelasnya sbb: Beban sewa ruangan ....... Rp 600.000 Kas .......................Rp 600.000 Sedangkan beban sewa ruangan yang dicatat tersebut diatas untuk satu tahun padahal sekarang baru berjalan satu bulan, sehingga agar dalam laporan keuangan khususnya laporan laba-rugi akun beban sewa menunjukan nilai yang sebenarnya yaitu Rp 50.000 maka disusun Jurnal Penesuaian sebagai berikut: Sewa dibayar dimuka ...............Rp 550.000 Beban sewa Ruangan...............Rp 550.000 Nah jika kita perhatikan akun beban sewa dalam jurnal umum posisinya adalah Debit sebaliknya akun beban sewa dalam jurnal penyesuaian posisinya Kredit, sehingga saldo beban sewa diperoleh dari nilai beban sewa debit dikurangi nilai beban sewa kredit. Jadi dalam laporan laba rugi nilai akun beban sewa adalah: Rp 600.000 - Rp 550.000 = Rp 50.000. Dengan demikian akun beban sewa dalam laporan laba-rugi menunjukan nilai yang sebenarnya yaitu Rp 50.000.
Posted by Unknown On 21.42 2 comments READ FULL POST

Proses Penyusunan Neraca Lajur

Proses penyusunan neraca lajur akan dibahas di dalam artikel ini. Sebelumnya akan diperlihatkan bentuk neraca lajur yang lazim (sering kita jumpai) yaitu bentuk neraca lajur sepuluh kolom, sebagai berikut:

Proses Penyusunan Neraca Lajur Pada bagian atas neraca lajur terdiri dari: baris pertama untuk menuliskan nama perusahaan, baris kedua untuk menuliskan tulisan neraca lajur, baris ketiga untuk menuliskan periode neraca lajur. Neraca lajur yang lazim terdiri dari lima (5) pasang kolom yang masing-masing terdiri atas kolom debet dan kolom kredit. Kelima kolom tersebut adalah:(1) kolom neraca saldo, (2) kolom penyesuaian, (3) kolom neraca saldo telah disesuaikan, (4) kolom rugi laba, dan (5) kolom neraca.

Prosedur untuk menyusun neraca lajur terdiri atas 5 langkah berikut:

1. Memasukkan saldo-saldo rekening buku besar ke dalam kolom neraca saldo pada neraca lajur, yaitu dengan menjumlahkan saldo masing-masing rekening pada buku besar ke kolom neraca saldo. Saldo debet dimasukkan ke kolom debet dan saldo kredit dimasukkan ke kolom kredit. Setelah semua saldo rekening dimasukkan ke dalam kolom neraca saldo kemudian jumlahkan masing-masing kolom debet dan kredit dan hasilnya ditulis pada bagian bawah kedua kolom tersebut. Perlu diperhatikan bahwa antara jumlah kolom debet dan kredit harus sama. Lakukan dengan teliti untuk menghindari salah catat.

Proses Penyusunan Neraca Lajur 1 2. Memasukkan ayat-ayat jurnal penyesuaian ke dalam kolom penyesuaian pada neraca lajur. Sebagian dari rekening yang ada pada kolom neraca saldo pada akhir periode ada yang membutuhkan penyesuaian, di antaranya adalah rekening perlengkapan, peralatan, dan lain-lain. Data-data penyesuaian yang ada pada akhir periode dianalisa dan dimasukkan pada kolom penyesuaian dalam neraca lajur. Setelah semua data dimasukkan ke kolom penyesuaian, kemudian jumlahkan masing-masing kolom debet dan kolom kreditnya dan ditulis pada bagian bawah kedua kolom tersebut. Jumlah kedua kolom ini harus sama (balance). Lakukan dengan teliti untuk menghindari salah catat.


Proses Penyusunan Neraca Lajur 2Proses Penyusunan Neraca Lajur 3 3. Mengisi kolom-kolom neraca saldo setelah disesuaikan
. Saldo yang terdapat dalam kolom ini sudah mencerminkan keadaan perusahaan yang sebenarnya. Saldo rekening yang tercantum dalam kolom neraca saldo setelah disesuaikan diperoleh dengan jalan menambah atau mengurangkan angka-angka yang terdapat dalam kolom neraca saldo dengan kolom penyesuaian. Sedangkan untuk rekening yang tidak dipengaruhi oleh jurnal penyesuaian, maka saldo yang ada pada kolom neraca saldo langsung dipindahkan ke kolom neraca saldo setelah disesuaikan. Perlu diperhatikan juga untuk rekening yang awalnya tidak ada dalam neraca saldo tetapi baru muncul akibat jurnal penyesuaian juga ikut dipindahkan ke kolom neraca saldo setelah disesuaikan. Setelah semua saldo dimasukkan ke kolom neraca saldo setelah disesuaikan , kemudian jumlahkan masing-masing kolom debet dan kolom kreditnya dan ditulis pada bagian bawah kedua kolom tersebut. Jumlah kedua kolom ini harus sama (balance). Lakukan dengan teliti untuk menghindari salah catat.

Proses Penyusunan Neraca Lajur 4Proses Penyusunan Neraca Lajur 5 4. Memindahkan saldo-saldo dalam neraca saldo setelah disesuaikan, rekening-rekening nominal dipindahkan ke kolom laba rugi, sedangkan rekening-rekening riel dipindahkan ke kolom neraca. Neraca saldo setelah disesuaikan sekarang telah mencakupi semua informasi yang diperlukan untuk membuat laporan keuangan. Tahap selanjutnya adalah memindahkan saldo setiap rekening yang ada ke dalam kolom laporan keuangan yang tepat. Aturan pemindahan didasarkan atas jenis rekening yang bersangkutan. Rekening nominal (pendapatan dan biaya) dipindahkan ke dalam kolom laba rugi, sedangkan rekening riel (aktiva, kewajiban, dan modal) dipindahkan ke kolom neraca. Perlu diketahui bahwa meskipun rekening modal dan prive dipindahkan ke kolom neraca, mereka juga akan digunakan dalam penyusunan laporan perubahan modal. Lakukan dengan teliti untuk menghindari salah catat.


Proses Penyusunan Neraca Lajur 6Proses Penyusunan Neraca Lajur 7 5. Menjumlahkan debet dan kredit pada kolom rugi laba dan kolom neraca.
Setelah masing-masing saldo dipindahkan ke kolom laba rugi dan neraca, langkah selanjutnya adalah menjumlahkan masing-masing kolom laba rugi dan kolom neraca. Dalam kolom laba rugi, debet dan kredit dijumlahkan, selisih antara kolom debet dan kredit adalah laba atau rugi bersih yang diperoleh perusahaan pada periode yang bersangkutan. Apabila jumlah kolom debet lebih besar dari kolom kredit maka kelebihan ini merupakan laba bersih, sedangkan apabila jumlah kolom debet lebih besar daripada kolom kredit maka kelebihan ini merupakan rugi bersih. Dalam kolom neraca juga dijumlahkan masing-masing kolom debet dan kreditnya, besar selisih antara debet dan kredit pada kolom neraca harus sama dengan jumlah selisih debet dan kredit pada kolom laba rugi.

Proses Penyusunan Neraca Lajur 8 Proses Penyusunan Neraca Lajur 9 Demikianlah artikel tentang Proses Penyusunan Neraca Lajur. Semoga pembahasannya mudah dipahami. Amiiin
Posted by Unknown On 20.21 No comments READ FULL POST

Jumat, 29 Maret 2013

Menyusun neraca saldo

Setelah semua jurnal diposting ke buku besar, maka selanjutnya dari buku besar tersebut dibuat neraca saldo. Hal ini untuk memeriksa kebenaran pencatatan dalam jurnal dan buku besar dengan melihat apakah jumlah debit sama besar dengan jumlah kredit.


A. PENGERTIAN
Neraca Saldo adalah daftar yang berisi kumpulan seluruh rekening/perkiraan Buku Besar.
Neraca Saldo biasanya disiapkan pada akhir periode atau dapat juga disiapkan kapan saja untuk memastikan keseimbangan Buku Besar. Untuk menyiapkan Neraca Saldo, saldo tiap perkiraan harus ditentukan terlebih dahulu.

 
B. FUNGSI
Neraca Saldo disusun untuk memastikan bahwa Buku Besar secara matematis adalah akurat dengan pengertian bahwa jumlah saldo-saldo debet selalu sama dengan saldo-saldo kredit. Namun keseimbangan bukan berarti catatan-catatan akuntansi benar-benar akurat.

 
C. BENTUK

 
NERACA SALDO
Nama Rekening  
No. Rekening 
Debet 
Kredit 
    
    
    
    
    
    
    
    
    

 

 
Saldo setiap rekening disusun berurutan dari rekening Neraca dan rekening Rugi Laba sebagai berikut:
Aktiva Lancar
Aktiva Tetap
Aktiva Lain-lain 
Hutang Lancar
Hutanng Tidak Lancar
Ekuitas 
Pendapatan Operasi 
Pendapatan Non Operasi
Beban Operasi
Beban Non Operasi

 

 
D. CONTOH
Berdasar contoh Buku Besar pada BAB IV dapat disusun Neraca Saldonya sebagai berikut:

 
NERACA SALDO
Nama Rekening  
No. Rekening 
Debet 
Kredit 
Kas  
 
356.250.000 
-
Piutang  
 
5.000.000 
- 
Kendaraan  
 
150.000.000 
- 
Peralatan  
 
50.000.000 
 
Hutang  
 
- 
50.000.000 
Modal  
 
- 
500.000.000 
Pendapatan  
  
13.000.000 
Beban Telepon 
 
1.000.000 
- 
Beban Asuransi 
 
750.000 
- 
    
Saldo  
 
563.000.000 
563.000.000 
Latihan 12
Berdasarkan soal latihan 11 pada BAB IV susunlah Neraca Saldonya.

 
Jawab:
NERACA SALDO
Nama Rekening  
No. Rekening 
Debet 
Kredit 
    
    
    
    
    
    
   
Posted by Unknown On 10.07 No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

    Blogger news

    Blogroll

    About